Sabtu, 17 April 2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A. Latar belakang masalah

Pondok pesantren adalah salah suatu lembaga pendidikan pertama kali di Indonesia yang mengajarkan norma-norma ataupun nilai-nilai agama. Secara global banyak orang menilai bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang kuno, yang hanya mengedepankan hal-hal keagamaan saja.

Pada era modern ini pondok pesantren banyak mengalami kemunduran dari segala aspek, padahal peran pesantren di masyarakat sangatlah besar sehingga bangsa dan Negara ini mengalami banyak kemajuan yang di perankan oleh para alumnus pondok pesantren.

Sebagai generasi muda  yang mengetahui tentang arti pentingnya pendidikan pondok pesantren bagi diri kita, baik bangsa dan Negara maka kita harus memperjuangkan demi kemajuan umat. Sehingga pondok pesantren tidak dipandang  sebelah mata oleh semua orang.

 

 

BAB II

RUMUSAN MASALAH

 

1.      Apakah pondok pesantren itu ?

2.      Bagaimana Peran pesantren di masyarakat ?

3.      Budaya apakah yang di terapkan di pondok modern ?

4.      Pesantren yang membentuk masyarakat madani

 

           

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

      A. Pengertian Pondok Pesantren

Pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang di dalamnya menerapkan pendidikan dan pengajaran, di lembaga inilah di ajarkan ilmu dan nilai-nilai agama

Pada santri. Pada tahap awal pendidikan di pesantren setuju semata-mata mengajarkan ilmu-ilmu agama lewat kitab-kitab. Ilmu agama yang terdiri dari berbagai cabang di ajarkan dalam pesantren dalam bentuk hafalan ataupun musyawarah.

      Sebuah pesantren mempunyai kehidupan yang unik, karena di kehidupan pesantren terletak di komplek dengan lokasi yang umumnya terpisah dengan kehidupan di sekitarnya. Di dalam komlek tersebut ada tempat yang menjadi sentral semua kegiatan atau sebuah titik pusat kegiatan.tempat tersebut adalah sebuah masjid dimana di situlah tempat para santri berkumpul di setiap waktu shalat dan setelah shalat mereka mempelajari kitab-kitab atau ilmu-ilmu agama.[1]

      Ciri yang paling menonjol pada sebuah pesantren adalah pendidikan dan penanaman nilai agama kepada para santri lewat kitab-kitab. Dengan terjadinya perubahan di bidang   pendidikan pesantren  yang pada mulanya hanya berorientasi pada pendalaman agama semata mulai dimasukkan pelajaran umum dengan adanya pelajaran umum di maksudkan untuk dapat membuka cakrawala berpikir santri, selain itu santri dapat mengikuti ujian Negara agar setara dengan pendidikan pemerintah.[2]

      Pengertian pesantren menurut Soegarda Poerbakawatja :

      Pesantren berasal dari kata santri yang berarti orng yang belajar agama islam, maka pesantren mempunyai arti orang berkumpul untuk belajar agama islam.

      Ada juga yang mengartikan bahwa pesantren adalah suatu lembaga pendidikan islam Indonesia yang bersifat `` Tradisional ``. Untuk mendalami ilmu agama islam dan untuk di amalkan untuk pedoman hidup keseharian.

 

 

 

B. Peran Pesaantren di Masyarakat

      Pesantren mengemban beberapa peran utama sebagai lembaga pendidikan. Jika ada lembaga pendidikan lembaga islam sekaligus berperan sebagai lembaga pendidikan  keagamaan, keilmuan , kepelatihan, pembangunan masyarakat dan sekaligus menjadi simpul budaya .

Peran pesantren diantaranya adalah :

 

  1. Lembaga Pendidikan

Perkembanga sebuah pesantren tidak mengubah cirinya sebagai lembaga pendidikan. Ciri inilah yang menjadikan pondok pesantren di butuhkan masyarakat. Sebagian besar pondok pesantren mendirikan madrasah , sekolah, dan kursus seperti lembaga pendidikan di luar selain pondok pesantren. Keteraturan di pondok pesantren karena ada pengajian yang materinya sesuai urutan isi dalam kitab. Hal ini di terpkan secara turun temurun membentuk  tradisi

Kurikuler yang terlihat dari standar-standar isi pengajar dan alumni dari pesantren tersebut.

            Salah satu contohnya adalah pondok modern Gontor Ponorogo, Pondok Modern Gontor Ponorogo memiliki paket dan jenjang yang pas, di mulai dari Kulliatul Mu`allimin Al-Islamiyah, sampai ke perguruan tinggi ISID (Institut Studi Islam Darussalam ). Penguasaan kebahasaan dan metodologis menjadi cirri khas rumpun pesantren ini. Pembekalan bahasa yang di tekankan untuk semua santri menjadikan metode pembelajaran efektif, sejak di rancang awal berjenjang dalam model kelas. Rumpun pesantren Gontor telah mencapai 179 pesantren di tanah air. [3] Ini merupakan prestasi kurikuler , Pengorganisasian masyarakat , dan lembaga yang membanggakan.

2.   Lembaga keilmuan.

3.    lembaga pelatihan.

4.    Lembaga pemberdayaan masyarakat.

5.    Lembaga bimbingan keagamaam

6.    Simpul budaya

 

C. Budaya Pondok Pesantren

         Pesantren dan budaya sudah seperti dua sisi dari mata uang yang sama. Akan tetapi pesantren berwatak tidak larut atau menentang budaya di sekitarnya. Yang jelas pesantren selalu kritis sekaligus membangun relasi harmonis dengan kehidupan di sekelilingnya . Pesantren hadir sebagai sub-kultur, budaya sandingan yang bias selaras dengan budaya setempat sekaligus tugas menyuarakan prinsip syariat. Di situlah pesantren melaksanakan tugas dan mendapatkan tempat.

         Ukuran baik buruk dan beragam rujukan seni yang berkembang di masyarakat bias dikenali hubunganya dengan yang dikembangkan oleh pesantren, meskipun terdapat pelapisan di lihat dari kedekatanya dengan ajaran agama islam. Dalam pelapisan itu pesantren menempatkan diri di bagian tengah sebagai pelaku yang paling banyak berkecimpung dengan ajara agama, dengan kesenian yang lebih bercita rasa kekhusukan, sementara semakin jauh dari pesantren cita rasanya bergeser kea rah yang lebih popular. Contoh di jawa adalah seni rebana dengan syair berbahasa arab akrab untuk warga pesantren. Iringan musiknya lebih mengacuke kerajaan Demak atai Timur Tengah.

 

D. Pesantren dan Pembentukan Masyarakat Madani  

         Berdasarkan masyarakat madani yang telah diutarakan terdahulu dapat di jadikan acuan  guna untuk melihat sejauh mana pondok membentuk masyarakat yang di utarakan cirri-ciri masyarakat madani adil sebagai berikut :

1.Masyarakat robbaniyah

   Adalah masyarakat yang didasarkan atas dasar ketuhanan yang di landasi atas tiga pilar aqidah, syari`ah, dan akhlak. Titik tumpu pertama masyarakat pertama adalah lembaga pendidikan keagamaan aik secara teori maupun praktek. Secara teori para santri di ajarkan ilmu-ilmu agama baik bersumber dari kitab klasik atau dari      kitab  -kitab yang lain. Secara praktek mereka di wajibkan untuk mempraktikkan kehidupan beragama baik menyangkut aqidah, syari`ah, dan akhlak.

2.Masyarakat Demokratis dan Egulitarian

   Kehidupan santri sangat Demokratis dan Egulitarian. Mereka hidup tanpa di sekat oleh status sosial dan ekonomi. Muzakarah dan musyawara ilmu pengetahuan yang di kembangkan di pesantren adalah merupakan perwujudan dari Kehidupan Demokratis dan Egulitarian tersebut 

3.Hidup Toleran

   Salah satu dari kehidupan yang di kembangkan ialah  hidu bertoleransi sesama mereka, menghargai orang lain, mengembangkan hidup tenggang rasa, mengikis sikap-sikap egois, di tumbuhkan semangat persaudaraan. Sulit di bayangkan santri yang jumlahya ratusan bahkan ribuan di suatu pesantren apabila tidak memiliki sikap hidup tenggang rasa.

4.Berkeadilan

   Sikap berkaadilan ini timbul dari sikap kiai yang memberikan pendidikan, perhatian, serta kasih sayang yang sama kepada para santri. Santri di belakukan secara sama  tidak di bedakan dalam pendidikan, pengajaran, dan fasilitas. Bahkan juga dari segi hukuman yang di berikan tidak membeda-bedakan seseorang atas dasar status sosial dan ekonomi orang tuanya. Pendidikan seperti ini memiliki pengaruh yang besar kepada santri untuk menumbuhkan toleran yang adil.

5.Masyarakat Berilmu

Pesantren adalah lembaga untuk menimba ilmu. Tentu saja di pastikan bahwa pesantren tidak dapat di pisahkan dengan ilmu pada tahap awal (Pesantren salafi) mengembangkan ilmu naqliyah  (perennial knowledge), dinamika berikutnya pesantren berkembang (pesantren khalafi) Pada pesantren khalafi ini ilmu telah bervariasi dengan di ajarkanya ilmu-ilmu aqliyah (acquered knowledge) Disamping ilmu-ilmu naqliyah.[4]

 

 

 

           

           

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

            Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang didalamnya menerapkan pandidikan dan pangajaran. Dilembaga inilah di ajarkan ilmu dan nilai-nilai agama kepada santri. Ciri menonjol pada sebuah pesantren ialah pendidikan dan penamaan nilai agama kepada para santri lewat kitab-kitab, dengan terjadinya perubahan dalam bidang pendidikan, awalnya pesantren hanya berorientasi dalam bidang pendalaman ilmu agama semata-mata mulai di masukkan nilai pelajaran umum.

            Pesantren menmpunyai peran utama sebagai lembaga pendidikan. Peran pesantren diantaranya sebagai lembaga pendidikan, keagamaan, keilmuan, kepelatihan pengembangan masyarakat dan ikut serta membangun dan mensejahterakan bangsa dan Negara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

v     REFERENSI

 

1. Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam, (Premada Media; Jakarta,2004 ) 26

2. Abdurrahman wahid , Pesantren Sebagai Subkultur, (LP3ES,Jakarta,1983)

3. Abdullah Syukri Zarkasi, gontor dan Pembaharuan Pendidikan Pesantren, (Jakarta,                               

    Rajagrafindo Persada, 2005 ) 161

 



[1] Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam, (Premada Media; Jakarta,2004 ) 26

[2] Abdurrahman wahid , Pesantren Sebagai Subkultur, (LP3ES,Jakarta,1983)

[3] Abdullah Syukri Zarkasi, gontor dan Pembaharuan Pendidikan Pesantren, (Jakarta, Rajagrafindo Persada, 2005 ) 161

[4] Ibid, 34-36

Tidak ada komentar:

Posting Komentar